Views: 21
“Jumat Keliling di Kampung Nelayan, Kapolres Marully Ajak Warga Jaga Keamanan dari Lingkungan Sendiri”
BINTUNI, inspirasipapua.id — Rasa aman tidak selalu lahir dari kehadiran polisi dan penegakan hukum. Ia juga tumbuh dari kepedulian warga, hubungan yang saling percaya, serta kesediaan masyarakat menjaga satu sama lain.
Pesan itu dibawa Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar, S.H., S.I.K., M.M., ketika menyambangi Masjid Nurul Jihad, Kampung Nelayan, Kelurahan Bintuni Timur, Jumat (6/11/2026). Melalui kegiatan Jumat Keliling (Jumling), Kapolres tidak hanya hadir untuk menunaikan salat Jumat, tetapi juga membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
Didampingi sejumlah pejabat utama dan personel Polres Teluk Bintuni, Marully memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengajak warga mengambil bagian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Bagi kepolisian, pendekatan seperti ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan polisi lebih dekat dengan kehidupan rakyat. Sebab, persoalan keamanan tidak selalu harus menunggu terjadi tindak pidana untuk kemudian ditangani. Banyak gangguan dapat dicegah sejak awal melalui komunikasi, kepedulian, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
Keamanan Dimulai Dari Kepedulian Warga
Di hadapan jemaah, Marully mengingatkan bahwa keamanan bukan semata-mata urusan polisi. Masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan harmonis.
Ia mengajak warga menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, serta tidak bersikap acuh terhadap keadaan di sekitarnya. Menurutnya, komunikasi yang baik antara masyarakat dan kepolisian dapat membantu mendeteksi potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, sikap kritis dan kehati-hatian diperlukan agar kabar yang belum terverifikasi tidak memicu kesalahpahaman maupun konflik di tengah masyarakat.
“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, peduli terhadap lingkungan, dan bersinergi dengan Polri demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” tegas Marully.
Pesan tersebut sederhana, tetapi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Tidak menyebarkan kabar yang belum teruji, menghormati perbedaan, saling mengingatkan, dan segera melaporkan kejadian mencurigakan merupakan bentuk partisipasi warga dalam menjaga keamanan.
Polisi Hadir, Warga Memiliki Ruang Untuk Didengar
Kehadiran Kapolres bersama jajarannya mendapat apresiasi dari Imam Masjid Nurul Jihad, Ustadz Andi Nasaruddin.
Ia menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi Kapolres beserta personel Polres Teluk Bintuni. Kehadiran aparat kepolisian di lingkungan tempat ibadah dinilai menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.
Pertemuan di masjid juga memperlihatkan bahwa membangun keamanan membutuhkan komunikasi dua arah. Polisi perlu hadir dan mendengar, sementara masyarakat perlu memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, persoalan, maupun kekhawatiran yang mereka hadapi.
Hubungan yang terbuka seperti ini penting agar masyarakat tidak hanya mengenal polisi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang dapat dihubungi ketika membutuhkan perlindungan dan pelayanan.
Layanan 110, Polisi Siap Menerima Laporan
Dalam kesempatan itu, Kapolres turut mengingatkan warga agar tidak ragu memanfaatkan layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas.
Layanan 110 dapat diakses secara gratis selama 24 jam. Melalui fasilitas tersebut, masyarakat memiliki saluran untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan ketika menghadapi situasi darurat yang membutuhkan kehadiran petugas.
Imbauan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Keamanan tidak cukup dibangun melalui patroli dan penindakan, tetapi juga membutuhkan kemudahan akses bagi warga untuk melaporkan persoalan.
Polisi Untuk Rakyat, Keamanan Tanggung Jawab Bersama
Melalui program Polisi Bersama Masyarakat, Polres Teluk Bintuni terus mendorong pendekatan kepolisian yang humanis melalui kegiatan keagamaan, silaturahmi, dan komunikasi langsung dengan warga.
Jumat Keliling di Kampung Nelayan menjadi salah satu ruang untuk merawat hubungan tersebut. Di tengah masyarakat, polisi dapat mendengar langsung persoalan warga, membangun kepercayaan, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Pada akhirnya, ukuran kehadiran polisi bukan hanya terlihat dari seberapa sering aparat melakukan penindakan, tetapi juga dari kemudahan masyarakat memperoleh bantuan, keberanian warga menyampaikan persoalan, dan terbangunnya kerja sama dalam mencegah gangguan keamanan.
Bagi masyarakat Teluk Bintuni, menjaga daerah tetap damai merupakan pekerjaan bersama. Polisi bertugas memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan, sementara masyarakat turut menjaga lingkungan melalui kepedulian dan persaudaraan.
Dari masjid, pesan itu kembali disampaikan: polisi hadir untuk rakyat, mendengar masyarakat, merawat silaturahmi, dan bersama-sama menjaga Teluk Bintuni tetap aman dan damai.
(MA/red/inspirasipapua.id)














